HOME

PROFILE

PERIZINAN

MEKANISME

PENANAMAN MODAL

DOWNLOAD

KONTAK KAMI

POL PP dan BPMP2T Ciduk Pemalsu Izin

MATARAM – Sial bagi HA (inisial, Red). Pria berusia, 30 tahun yang mengaku berasal dari Duman, Lombok Barat ini terpaksa harus meringkuk dan ‘menikmati’ dinginnya hotel Prodeo setelah tim gabungan dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) dan Satpol PP Kota Mataram memergoki aksi tipu-tipunya memalsukan izin usaha.

Pelaku di bekuk di Rumah Makan dan Catering Budi. Kronologinya saat itu, pemilik usaha meminta bantuan, sebuah layanan Biro Jasa. Karena biro yang ditunjuk sudah biasa dipercaya mengurus izin oleh pemilik Catering, mereka pun meminta kembali diuruskan untuk perpanjangan izin usaha.

“Iya dia sudah turun-temurun dipakai jasanya untuk urus izin,” tutur Topan, anggota keluarga dari pemilik usaha Catering Budi.

Namun, Topan curiga. Karena Pelaku bukannya pergi mengurus berkas-berkas yang diminta, justru mengeluarkan sejumlah blangko. Anehnya, pelaku nekat memalsukan tanda tangan pejabat, seperti Kepala BPMP2T, Kepala Dinas Koperasi dan Perindustrian, hingga sekelas Wali Kota Mataram.

“Iya dia langsung tanda tangan. Saya jadi curiga, kenapa berani. Makanya saya kontak BPMP2T,” ulasnya.

Pelaku menarik tarif tinggi untuk layanan pengurusan izin yang disebutnya cepat. Dalam perpanjangan izin, Catering Budi diminta membayar uang administrasi sebesar satu juta rupiah.

“Bahkan ada teman pengusaha lainnya, sampai ketipu 6,5 juta rupiah,” imbuhnya.

Kabid Opdal Satpol PP Kota Mataram Bambang Eka Yudarminta mengatakan, jika pelaku memang sudah lama diintai petugas. Ia membenarkan penangkapan dilakukan di sebuah Usaha Rumah Makan dan Catering. Dari tangan pelaku berhasil disita 15 bukti pemberian layanan izin palsu pada pengusaha.

“(Dari tangannya) Sebanyak 15 izin yang telah diterbitkan palsu. Nilai satu izin di kisaran lima sampai sepuluh juta,” ungkap Bambang.

Karena itu, Bambang mengimbau pada para Pelaku Usaha, agar sebaiknya mengurus sendiri izin-izin mereka. Jangan gunakan jasa calo, karena rentan mereka melakukan aksi penipuan.

“Apalagi sekarang urus izin sangat mudah di Kota Mataram, cukup satu hari langsung selesai.

Kalau begini, siapa yang rugi, ya pengusaha. Padahal urus izin gratis. Nah ini mereka malah diminta membayar,” imbuhnya. Sementara pelaku, langsung diserahkan ke Pihak Kepolisian untuk selanjutnya diproses secara hukum.(cr-zad/r6)

Sumber: Lombok Post, Kamis 26 Mei 2016

Link: http://www.lombokpost.net/2016/05/26/pol-pp-dan-bpmp2t-ciduk-pemalsu-izin/

Share Link :