HOME

PROFILE

PERIZINAN

MEKANISME

PENANAMAN MODAL

DOWNLOAD

KONTAK KAMI

Langgar RTRW Kota Mataram. 10 Izin Pengembang Ditolak

Lombok Post, MATARAM – Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Mataram menolak permohonan izin 10 pengembang perumahan. Sebab mereka ingin membangun di atas lahan pertanian dan kawasan ruang terbuka hijau.

Di antaranya perumahan di Jalan Panji Anom, Kelurahan Pegutan Timur dan Perumahan di Jalan Merdeka Raya, Kelurahan Karang Pule. Mereka hendak membangun perumahan di atas lahan yang ditetapkan menjadi pertanian.

”Kami tidak bisa berikan izin karena melanggar (tata ruang),” tegas Kepala BPMP2T Kota Mataram Cokorda Sudira Muliarsa, kemarin (4/12).

Disebutkannya, 10 pengembang ini terdiri dari perusahaan developer property besar, sedang dan ada juga perusahaan kecil yang baru coba-coba ingin membangun perumahan. Setalah tim melakukan kajian, perusahaan tersebut memiliki lahan di kawasan yang dilarang untuk dibangun.

Dengan penolakan ini, dampaknya mulai terasa, sekarang pengembang mulai hati-hati membeli lahan untuk dijadikan perumahan. Mereka tidak ingin asal membeli lahan untuk dibuat jadi perumahan.

”Beberapa sudah datang konsultasi sebelum membangun, dia bertanya apa boleh membangun di lokasi tersebut,” ujar Cokorda.

Dari Januari-November total permohonan izin yang masuk sebanyak 10.777 izin, jumlah izin yang sudah diterbitkan sebanyak 10.452 izin terdiri dari izin baru 7.916 izin, perpanjangan 2.136 izin dan perubahan 400 izin.

Selain itu ada juga permohonan izin yang ditunda sebanyak 85 berkas izin, sementara yang ditolak mencapai 240 berkas izin terdiri dari izin lokasi (ILOK) sebanyak 54 berkas, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 11 izin, dan pemutihan IMB sebanyak 37 berkas, izin gangguan (HO) sebanyak 1 izin, SIUP 1 izin dan izin reklame 136 berkas izin.

Penyebab izin ditolak di antaranya untuk izin reklame karena ada pelebaran jalan, lokasi pemasangan reklame tidak disetujui karena ada penataan ulang, berada di trotoar, berada di jalan umum yang dilarang, merusak pemandangan dan estetika.

Sementara untuk ILOK, IMB dan PIMB ditolak karena lokasi tidak sesuai peruntukan, bangunan menutup saluran, tidak memenuhi syarat izin, dan lokasi masih dalam sengketa.

”Umumnya mereka ditolak karena tidak sesuai peruntukan,” tandasnya. (ili/r4)

Sumber: http://www.lombokpost.net/2015/12/05/10-izin-pengembang-ditolak/

Share Link :